developer-dan-programer-stop-pembajakan

Developer dan Programmer di Indonesia Kalah Berjaya, mengapa?

Dibandingkan dengan negara lain, Indonesia memang terbilang kurang sukses dalam segi teknologi. Terlebih teknologi buatan sendiri. Kita tak akan membahas mengenai teknologi hardware yang memang berbeda dari negara lain. Sebaliknya, mari berfokus pada mencermati mengapa teknologi software buatan dalam negeri kurang bisa diterima. Yang pada akhirnya membuat game developer dan programmer di Indonesia kurang bisa meraih sukses.

 

Setidaknya bila dibandingkan dengan profesi yang sama dari luar negeri. Lalu apa yang sebenarnya membuat profesi game developer dan programmer dari Indonesia tak sesukses yang ada di luar negeri.

 

Pertama tama kita bahas apa itu developer dan programmer, menurut wikipedia :

developer dan programmer - wikipedia

Jadi yang dimaksud dengan developer dan game programmer adalah seorang ahli perangkat lunak yang mengurusi sebuah game software.

 

Secara ringkas, kami meringkas 3 hal yang menjadi “kesalahan” utama game developer dan programmer yang ada di Indonesia yang menjadikan mereka tak bisa meraih sukses yang sama dengan yang ada di negara lain. 3 kesalahan ini, bahkan mungkin tak disadari dilakukan oleh oleh para game developer dan programmer ini. 3 kesalahan tersebut di bawah ini memang sebaiknya dihindari untuk dilakukan agar bisa  meraih sukses.

 

Jadi, apa saja 3 kesalahan yang dilakukan oleh game developer dan programmer ini? Di bawah ini ya.

 

  1. Banyak pembajakan software dan game

developer-dan-programer-stop-pembajakan

Pembajakan memang bukan hanya menjadi masalah di Indonesia. Negara-negara lain juga memiliki masalah yang sama, dimana pembajakan terjadi nyaris pada semua game dan juga software yang dirilis. Namun harus diakui, bahwa tak adanya dukungan dari pengguna komputer dan juga gamer di Indonesia pada game developer dan programmer dari negara sendiri menjadikan semakin sulitnya profesi ini meraih peringkat puncak.

 

Meski bukan sepenuhnya salah dari game developer dan programmer, namun pembajakan yang menjadi masalah utama ini menjadikan banyak sekali software dan aplikasi bagus yang dibuat oleh programmer dalam negeri yang malah menjadi gagal hingga berhenti diedarkan. Terlebih saat ini di Indonesia sendiri maish belum ada undang-undang yang tegas mengatur mengenai pembajakan software dan game.

 

Untuk mengatasi ini, dari sisi game developer dan programmer sebenarnya bisa melakukan banyak hal. Seperti membuka program langganan untuk software yang mereka buat yang memberikan keuntungan lebih. Namun memang pada akhirnya, akan kembali pada pengguna untuk benar-benar menghentikan menggunakan software dan game bajakan.

 

  1. Kurang kreatif

developer-dan-programer-suka-meniru

Harus diakui saat ini sudah ada beberapa game menari buatan game developer dan programmer dari tanah air. Namun tetap saja, game-game tersebut belum menunjukan kreatifitas yang menjadikan mereka dikenal luas ke seluruh dunia. Begitu pun dengan software yang dibuat oleh programmer tanah air yang memang nampak sekali kurangnya kreatifitas. Lebih parah lagi ada beberapa game hingga program dari game developer dan programmer yang dituding mencontek atau menbajak ide dari game dan software luar. Bukan hal yang menyenangkan tentunya.

 

Untuk masalah kreatifitas ini sendiri sebenarnya harusnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Seperti misalnya, seorang game developer dan programmer tak hanya harus memiliki kemampuan di bidang tersebut saja. Namun juga harus memiliki ide dan kreatifitas yang tinggi. Hayalan hingga ide-ide baru yang didapat dari buku serta bacaan pun tak bisa disisihkan begitu saja. Karena pada akhirnya kreatifitas ini menjadi sebuah kunci sukses sendiri untuk para programmer.

Baca juga : Virus wannacry infected whole the world

  1. Banyak micro transaksi

developer-dan-programer-bisnis-terselubung

Nah kesalahan terakhir, ketika sudah ada banyak pengguna yang memainkan game atau menggunakan software dari game developer dan programmer dalam negeri, justru terdapat banyak sekali micro transaksi di dalamnya. Micro transaksi merupakan sebuah kegiatan dimana pemain harus membayar dengan uang asli untuk masuk ke level berikutnya atau untuk mendapatkan sebuah alat khusus, yang mana menjadi satu-satunya naik level. Intinya, micro transaksi merupakan cara game developer dan programmer untuk membuat pemain membayar lebih banyak uang ketika bermain.

Micro transaksi sebenarnya normal dan wajar saja ada dalam sebuah permainan game. Mengingat ini sebagai salah satu cara game developer dan programmer mendapatkan uang dari karya mereka. Namun seharusnya micro transaksi tak dibuat terlalu banyak dan seharusnya pemain diberikan pilihan lain untuk naik level atau mendapatkan sebuah senjata tanpa membayar.

Berikut penjelasan kami tentang kenapa game dan software developer di Indonesia kalah berjaya dibandingkan dengan developer di luar negeri.

Bermain poker Terpercaya  di Poker99